Sudah menjadi cerita lama bahwa internet explorer adalah sebuah nightmare bagi web designer karena kenakalan microsoft dalam merender tag-tag HTML dan standart web site w3c.org serta dominasi sistem operasi Windows dan internet explorer-nya. Sekarang artist visual yang berbasiskan Mac OS X bisa lebih mudah dan cepat mengetes hasil designnya dan menghack bug dan limitasi dari Internet Explorer, terutama IE6 yang tidak mendukung format PNG.
Menginstall Internet Explorer dapat menggunakan banyak jalur, bisa dengan menginstall sistem operasi windows-nya sekalian via Bootcamp atau virtualisasi semacam Parallels dan Vmware Fusion, atau menggunakan emulator seperti Crossover. Jika anda ingin menginstallnya secara native, anda dapat menggunakan ie4osx yang diportkan oleh Mike Kronenberg dari ie4linux.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
- Utuk pemilik Mac OS X Tiger harus menginstall X11 terlebih dahulu, bisa di ambil DVD installer-nya. Mac OS X Leopard sudah datang dengan preinstaled X11 jadi bisa langsung ke step 2.
- Download dan drag darwin ke folder applications
- Download dan drag ie4osx.app ke applications folder
- install ie4osx dengan mengkliknya, selama instalasi ie4osx akan mendownload semua komponen yang diperlukan termasuk internet explorer dari microsoft langsung. lama installasi akan bergantung koneksi internet anda, sisi baiknya anda bisa menyiapkan kopi torabika kesukaan anda sambil menunggu instalasi seleai
- Cek applications folder anda, jika instalasi berjalan baik, maka seharusnya file applications internet explorer sudah terinstall di sana.
Seorang profesional web designer&developer negeri seberang memberikan argumen berikut :
WYSIWYG-editors are often criticized by real coding ninjas for bloated, dirty and not standards-complaint source code they?ve been producing over the last years.
Kemudian dia memberikan komentar balik untuk dirinya sendiri (bijaksana sekali bukan?) :
Sometimes you need to provide your clients with some simple tools to edit or update their web-sites. And this is where the utility of WYSIWYG-editors comes in. As a web-professional you need to provide your clients with some sophisticated advice and offer a simple yet effective tool ? e.g. a WYSIWYG-editor
Sekarang yang menjadi pertanyaan apakah seorang web-profesional harus menggunakan web editor WYSIWYG seperti dreamweaver atau tidak untuk membuat deainnya. Inilah sulitnya. disatu sisi WYSIWYG akan menghemat energi dan waktu kita, tapi di satu sisi lain akan menghasilkan kode yang kotor dan tidak standart terhadap desainya dan yang paling berbahaya adalah mengurangi dan mengikis feeling dan skill coding kita, Sehingga banyak web profesional yang memilih jalan moderate, dia mengunakan text editor sekaligus WYSIWYG editor.bahkan ada yang berargumen berikut :
I heve been using Dreamweaver for years, but I only ever use it in code view and stuck with it because I sometimes need a code hint .. and I have a useable management, ftp and diff system going on with it (using winmerge).But I feel daft using a WYSIWYG app to simply type markup, especially when I?m sure there must be a hundred and one better scripting/coding interfaces, yet I?ve never managed to find one that works particularly well for me. Only a cluster of apps which must be used together.
Sebagian web profesional bahkan mengaku say goodbye dan mengajak sesama web profesional untuk tidak memakai WYIWYG seperti argumenya ini:
cutting your teeth on dreamweaver or one of these other freebie toys is a great way learn the ropes. You need to move into textpad or something non-GUI based to really gain any real talent or skill.A lot of big companies will ask you to hand write out some code for them as an example in an interview. If DOCTYPE and meta information wasn?t the first thing you thought of when reading that, your not even close yet to being a professional and should consider switching to a different development environment.
Tapi pendapat ini dibantah dengan sangat bijaksana oleh seorang web-profesional lain :
just because I can?t write the DOCTYPE or meta info from memory doesn?t mean I?m not close to being a professional. It means that I have templates set-up with these things already in place to maximize my time and be able to make more money. Part of being a professional is good time management. If I have to repetitively type something because that makes me a ?professional? then I?ll gladly call myself an amateur and pass on those savings to my clients?which I?m sure they appreciate a lot more than knowing if I can type all the code by hand.
Sebenarnya perdebatan ini sudah lama sejak jamanya frontpagenya microsoft dulu, yang merajai WYSIWYG editor. Memang seorang yang ingin menjadi web profesonal harus benar2 bijak dalam peningkatan skill dan management waktunya tapi juga harus bisa menyelesaikan desainya sesuai deadline.
Mungkin yang terbaik adalah saran Web Profesional berikut, yang mengaku telah menjadi web designer sejak tahun 1990 (wow saya masih kayak apa dulu ya..) : learn HTML first, then install Dreamweaver.
Kayaknya masuk akal sekali belajar dulu dasar2nya terus memahami konsepnya, selanjutnya belajar saving waktu dan energi dengan WYSIWYG editor.
Note : WYSIWYG editor sekelas Dreamweaver CS3 seharga $400 kalau anda keberatan dengan harganya maka anda dapat menggunakan WYSIWYG editor lain yang opensource seperti NVU (seperti pada website saya ini) atau Quanta Plus (linux only KDE window decorator)


