Kesalahan Membuat Kita Lebih Pintar, Gak Percaya ?

Fool boy

Bukan berarti saya menyuruh pembaca blog ini berbuat salah terus loh yah, cuman seperti kata Magdalena Tworkowska

Not knowing the answer can be a good thing.

Kita sudah terbiasa dituntut untuk tidak boleh berbuat kesalahan sedikit pun, bahkan sejak kita masih balita sampai semua jenjang pendidikan, kesalahan akan membawa hukuman dan sebuah penghinaan, baik omelan sampai nilai merah dan D wekekek….. pengalaman sebabnya he5x….

Bahkan kita sekarang sudah dihadapkan pada tool tool solving problem yang canggih canggih yang akan meminimalisir kesalahan kita, bingung arti kosakata tertentu atau bahasa ingrisnya kata tertentu? tinggal buka apple dictionary aja yang langsung tersambung ke servernya wikipedia, bungung hitung-hitungan? ada calculator dan spreadsheet yang ready to rumble, and yes…. we have the uncle google (and his neighbor Bing from microsoft and Yahoo! Answer) untuk dimintai jawabanya dan memberikan buanyak nyak nyak nyak…… (ampek muntah) jawaban dan informasi pendukungnya, pokoknya tinggal masukkan kata kunci tekan enter dan beres, what a simple world?

Tapi Tuhan maha bijaksana saudaraku, halah… sok bijaksini he5x… . Tentunya Jika Tuhan menciptakan kesalahan maka dia pasti juga akan menciptakan sistem perbaikannya yang ostosmastis. Buktinya dengan berbuat kesalahan kita akan lebih baik dalam belajar, hal ini dikarenakan sengan berbuat kesalahn emosi kita akan dibawa untuk belajar sehingga proses pembelajaran akan jauh lebih langgeng hasilnya. Tentu saja saya ngomong ini bukan gak ada dasarnya sob, kalo tertarik monggo dilihat hasil reserach dari Nate Kornell, Matthew Hays dan Robert Bjork di U.C.L.A yang berjudul (journal) the Journal of Experimental Psychology: Learning, Memory and Cognition reveals di sana.

Intinya bahwa proses pembelajaran akan berjalan lebih efektif jika kondisinya dibuat sedimikian rupa sehingga terjadi eror/kesalahan. Sedikit copy paste dari sumbernya, biar tulisanya banyak dan panjang dikit lah buakakakak…… kampret :P .

People remember things better, longer, if they are given very challenging tests on the material, tests at which they are bound to fail. In a series of experiments, they showed that if students make an unsuccessful attempt to retrieve information before receiving an answer, they remember the information better than in a control condition in which they simply study the information. Trying and failing to retrieve the answer is actually helpful to learning. It’s an idea that has obvious applications for education, but could be useful for anyone who is trying to learn new material of any kind.

Nah gimana? udah gak terlalu susah dan pusing2 amat kan kalo berbuat salah, yah positive thinking ajalah, mungkin itu cara Allah SWT mengingatkan kita dan mendidik kita lebih baik, seperti orang orang luar sono bilang God works in mysterious way he5x… sok bijak lagi.

oh yah, satu lagi sebelum mencoba mencari jawaban di google/bing/yahoo answer coba dipikir2 dahulu kira2 cara penyelesainnya gimana sehingga akan meng-force diri kita untuk jauh lebih berpikir ketimbang read and write :)

credits

  1. www.lifehacker.com
  2. www.scientificamerican.com

Tingkah polah perilaku pembaca internet

Perilaku pembaca media internet menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Stanford University dan Jackob Nielsen ya… seperti ini:

1. Pertama kali meilhat teks bukan melihat foto atau grafik, dengan lain kata pengguna internet lebih tertarik dengan Judul, ringkasan atau caption

2. Kurang senang membaca kata perkata tapi dengan scaning (79%) kata2 yang di highlight, jenis huruf dan butir2.

3. Demen judul yang to the point aka Straightforward daripada sekedar lucu dan menarik.

4. Lebih suka tulisan yang pendek daripada yang panjang (membaca di komputer lebih lambat 25% dari di media cetak)

5.Tidak berlama lama di satu situs, bahkan katanya sepuluh menit udah termasuk lama wow!. 

 

Yah sekarang tinggal pintar2nya anda meramu web dan tulisan anda mau kayak saya!

Kayaknya saya juga harus meredesign situs saya biar lebih eye catching

Psikologi Cowok dari System Operasi yang digunakan

Setelah sekian lama make komputer dengan beragam tipe OS dan seabreg distro/turunannya maka saya akan melakukan psikoanalisis berdasarkan tipe OS yang dipake cowok /* berdasarkan pengamatan pada teman  sesama pemakai */

Yahui kita mulai:

/* Mode Ngakak ON */

FreeBSD

Cowok yang unik aka berani tampil beda aka freak aka “sedikit aneh”, idialisme tinggi, sifat ingin tahu dan pantang menyerah yang top abis – secara FreeBSD udah yang pake sedikit dan lebih sulit apalagi kalo pas ada trouble, ampun dah cari solusinya ribet banget benar2 tipe yang militan abis. menurutnya penampilan luar bukanlah yang utama tapi yang penting apa yang di dalam (text guy)

Linux

Cowok varietas ini ada 2 macam, 1 yang udah jadul pake linux dan kedua yang baru-baru aja pake linux. varietas pertama sangat mirip pengguna FreeBSD dan tentu saja sudah pasti memiiki kemampuan survival yang handal. Varietas kedua adalah tipe cowok yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, ulet dalam mencari ilmu baru dan sedikit freak, di otaknya dia penampilan nomor sekian yang pertama yang di dalam (coba apa yang di dalam ya? penasaran kan!)

WIndows

Cowok ini adalah tipe cowok yang umum kayak iklan sosro, apapun makanannya OS-nya microsoft windows, ato iklanya SCTV satu untuk semua. Tipe kepribadian cowok ini sangat umum karena tidak memiliki fanatisme yang berlebih pada OS tertentu.

Mac OS X

Varietas cowok yang satu ini bisa dibilang proportional banget, di otaknya dia semua harus berimbang luar dan dalam, dia menyukai penampilan luar yang sip (jadi siap2 aja cemburu kalo ada cewek cantik lain yang lewat di depannya :-) ) seperti tampilan Max OS X yang aduhai abis dengan Aquanya. Tetapi semua kecantikan luar itu juga harus di sokong dengan inner beauty yang handal (Mac OS X kan Unix under the hood gitu). Idialiesmenya tinggi dan terkenal memiliki militansi yang lumayan keren.

/* Mode Ngakak Off */

 
sebenarnya masih ada banyak lagi tipe OS yng lain seperti BeOS dan OS2 tapi di indonesia tidak begitu rame dipake orang, kecuali kalo anda doyan cowok bule maka psikoanalisis ini tidak untuk anda