<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Minanu&#039;s Official Blog &#187; Human</title>
	<atom:link href="http://www.minanu.com/tag/human/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.minanu.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Feb 2011 03:53:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>Kesalahan Membuat Kita Lebih Pintar, Gak Percaya ?</title>
		<link>http://www.minanu.com/kesalahan-membuat-kita-lebih-pintar-gak-percaya/</link>
		<comments>http://www.minanu.com/kesalahan-membuat-kita-lebih-pintar-gak-percaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 02:19:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Think]]></category>
		<category><![CDATA[Human]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://minanu.com/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[Bukan berarti saya menyuruh pembaca blog ini berbuat salah terus loh yah, cuman seperti kata Magdalena Tworkowska Not knowing the answer can be a good thing. Kita sudah terbiasa dituntut untuk tidak boleh berbuat kesalahan sedikit pun, bahkan sejak kita masih balita sampai semua jenjang pendidikan, kesalahan akan membawa hukuman dan sebuah penghinaan, baik omelan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Fool boy" src="http://www.minanu.com/wp-content/uploads/2009/10/Fool-boy.jpg" alt="Fool boy" width="303" height="285" /></p>
<p>Bukan berarti saya menyuruh pembaca blog ini berbuat salah terus loh yah, cuman seperti kata Magdalena Tworkowska</p>
<blockquote><p>Not knowing the answer can be a good thing.</p></blockquote>
<p>Kita sudah terbiasa dituntut untuk tidak boleh berbuat kesalahan sedikit pun, bahkan sejak kita masih balita sampai semua jenjang pendidikan, kesalahan akan membawa hukuman dan sebuah penghinaan, baik omelan sampai nilai merah dan D wekekek&#8230;.. pengalaman sebabnya  he5x&#8230;.</p>
<p>Bahkan kita sekarang sudah dihadapkan pada tool tool solving problem yang canggih canggih yang akan meminimalisir kesalahan kita, bingung arti kosakata tertentu atau bahasa ingrisnya kata tertentu? tinggal buka apple dictionary aja yang langsung tersambung ke servernya wikipedia, bungung hitung-hitungan? ada calculator dan spreadsheet yang ready to rumble, and yes&#8230;. we have the uncle google (and his neighbor  Bing from microsoft and Yahoo! Answer) untuk dimintai jawabanya dan memberikan buanyak nyak nyak nyak&#8230;&#8230; (ampek muntah) jawaban dan informasi pendukungnya, pokoknya tinggal masukkan kata kunci tekan enter dan beres, what a simple world?</p>
<p>Tapi Tuhan maha bijaksana saudaraku, halah&#8230; sok bijaksini he5x&#8230; . Tentunya Jika Tuhan menciptakan kesalahan maka dia pasti juga akan menciptakan sistem perbaikannya yang ostosmastis. Buktinya dengan berbuat kesalahan kita akan lebih baik dalam belajar, hal ini dikarenakan sengan berbuat kesalahn emosi kita akan dibawa untuk belajar sehingga proses pembelajaran akan jauh lebih langgeng hasilnya. Tentu saja saya ngomong ini bukan gak ada dasarnya sob, kalo tertarik monggo dilihat hasil reserach dari Nate Kornell, Matthew Hays dan Robert Bjork di U.C.L.A yang berjudul (journal)<em> the Journal of Experimental Psychology: Learning, Memory and Cognition reveals </em>di <a href="http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=getting-it-wrong">sana</a>.</p>
<p>Intinya bahwa proses pembelajaran akan berjalan lebih efektif jika kondisinya dibuat sedimikian rupa sehingga terjadi eror/kesalahan. Sedikit copy paste dari sumbernya, biar tulisanya banyak dan panjang dikit lah buakakakak&#8230;&#8230; kampret  <img src='http://www.minanu.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />   .</p>
<blockquote><p>People remember things better, longer, if they are given very challenging tests on the material, tests at which they are bound to fail. In a series of experiments, they showed that if students make an unsuccessful attempt to retrieve information before receiving an answer, they remember the information better than in a control condition in which they simply study the information. Trying and failing to retrieve the answer is actually helpful to learning. It’s an idea that has obvious applications for education, but could be useful for anyone who is trying to learn new material of any kind.</p></blockquote>
<p>Nah gimana? udah gak terlalu susah dan pusing2 amat kan kalo berbuat salah, yah positive thinking ajalah, mungkin itu cara Allah SWT mengingatkan kita dan mendidik kita lebih baik, seperti orang orang luar sono bilang God works in mysterious way he5x&#8230; sok bijak lagi.</p>
<p>oh yah, satu lagi sebelum mencoba mencari jawaban di google/bing/yahoo answer coba dipikir2 dahulu kira2 cara penyelesainnya gimana sehingga akan meng-force diri kita untuk jauh lebih berpikir ketimbang read and write <img src='http://www.minanu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>credits</p>
<ol>
<li>www.lifehacker.com</li>
<li>www.scientificamerican.com</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.minanu.com/kesalahan-membuat-kita-lebih-pintar-gak-percaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

