Ada yang pernah denger istilah Polyphasic sleep belum sih ? ini adalah istilah yang diperkenalkan oleh psikolog J.S. Szymanski untuk metode tidur dengan waktu yang sangat pendek sehingga kita kita lebih punya banyak waktu untuk beraktifitas, istilah kerennya more wake-time each day!.
Polyphasic sleep sudah dilakukan oleh orang-orang piraha di Amazone, Brasil sana. Tahun 2006 ada penelitian mengenai masalah kualitas tidur oleh Campbell dan Murphy dan telah diterbitkan dalam bentuk paper dengan Judul “The Nature of Spontaneous Sleep Across Adulthood”. Pada paper tersebut ada statemen berikut yang bisa dijadikan pegangan untuk masalah Polyphasic sleep.
“Whether such patterns are simply a response to the relatively static experimental conditions, or whether they more accurately reflect the natural organization of the human sleep/wake system, compared with that which is exhibited in daily life, is open to debate. However, the comparative literature strongly suggests that shorter, polyphasically-placed sleep is the rule, rather than the exception, across the entire animal kingdom (Campbell and Tobler, 1984; Tobler, 1989). There is little reason to believe that the human sleep/wake system would evolve in a fundamentally different manner. That people often do not exhibit such sleep organization in daily life merely suggests that humans have the capacity (often with the aid of stimulants such as caffeine or increased physical activity) to overcome the propensity for sleep when it is desirable, or is required, to do so.”
*Copas mentah-mentah dari wikipedia heh5x… Cabe deh….. pedes deh……*
Kalau dilakukan secara telaten dan rutin bisa merubah sleep cycle dari cuma sekali sehari langsung selama 7 jam, berubah menjadi 6 kali dan masing2 cuma 30 menit! saja, hebat gak tuh. Jadinya kita cuma tidur selama kurang lebih 3 jam sehari, dan free time kamu sebanyak 21 jam. Ini artinya sekitar 25% lebih banyak!.
Jika masih takut dengan kemunginan efek negatif dari metode ini, ada penelitian dari Sara C Mednick, Ph.D seorang peneliti dari University of California, San Diego dalam bukunya “Take a Nap! Change Your Life” yang meyakinkan kemungkinan metode ini berjalan baik tanpa efek yang berbahaya.
“This practice rests upon one important hypothesis that our biological rhythms are adaptable. This means that we can train our internal mechanisms not only when to sleep and wake, but also when to get hungry, have energy for exercise, perform mental activities. Inferred in this hypothesis is that we have the power to regulate our mood, metabolism, core body temperature, endocrine and stress response, basically everything inside this container of flesh we call home. Truly an Uberman feat!”
*Copas mentah-mentah lagi dari Wikipedia wekekekek… tape deh….*
Perbandingan antara tidur normal dan Tidur dengan metode Polyphasic sleep (berbagai metode/cara)





Komunitas Blogger Juga ikut Berperan Dalam Penelitian ini
Banyak sekali para blogger telah melakukan metode tidur ini dan mengeblogkannya *bener gak sih nulisnya begini, nanti dikira saya perusak EYD*, diantaranya adalah Steve Pavlina Tiap blogger memiliki pengalaman berbeda, terutama dala masa peralihan/adaptasi dari tidur normal ke metode Polyphasic Sleep atau perpindahan dari satu metode Polyphasic Sleep ke metode Polyphasic yang lain.
Bagaimana Pengen Nyoba metode ini?
ini referensi buat bacaan bos
info bagus tuh
salam kenal, thanks ya udah ke blogku
boss, uhmm humm…. can I take a nap for a while?
‘sodorin prin-prinan literatur’
kira-kira jawabannya apa yaaaa?
litearaturnya beli di amazon heh5x….
kalo mau gratisan ikut aja milisnya di google group di atas
apa bisa ya tidur tepat waktu gitu, sholat yang wajib aza suka lelet dan ngearet wekekekek…