Plugin Developer Color Picker dari Panic

Panic telah merilis sebuah plugin DCP (Developer Color Picker)-sebuah tool/program kecil untuk memilih/meracik warna untuk kemudian dimasukkan nilai/value hasil warnanya ke aplikasi yang anda buat semacam HTML dan CSS. Dengan plugin kecil ini anda tidak perlu bingung dan harus membuka program yang rakus dan daya semacam photoshop atau aplikasi desain grafis lainnya hanya sekedar melihat nilai/value warna. Hasil Skrensyu…t-nya bisa anda lihat dibawah ini :

screenshot

Jika anda tertarik dengan plugin kecil ini, bisa di download di sini

Cara install-nya pun mudah cukup anda copy-kan ke folder /Library/ColorPickers, Misalnya di saya akan seperti ini :/Users/Minaube/Library/ColorPickers. Jangan lupa restart ulang aplikasi anda, maka Developer color picker dari panic ini bisa anda gunakan dengan sangat mudah :)

Software wajib download untuk Mac OS X Leopard.

Lifehacker telah merilis lifehacker pack 2009 for mac os x, Lifehacker sebagai website rujukan para geek dan pecandu internet (interned freak) merekomendasikan beberapa software2 gratis / free dan beberapa adalah open source. As they wrote on life hacker website, life hacker pack is to provide Mac lovers with a single, handy list of the best free applications that you’re likely to use on a regular basis.

Beberapa aplikasi yang wajib diinstall di mac os x leopard anda adalah :

Untuk yang belum tahu kegunaan dari masing2 aplikasi di atas klik aja nama aplikasinya nanti langsung menuju website aslinya sekalian jika mau download juga bisa disana langsung. Pokoknya jangan malas untuk coba2 dan belajar hal2 yang baru :D

Ubuntu Return

Thanks for the new kernel 2.6.28, ubuntu terbaru versi 9.04 membuat linux semakin familiar di komputer dan laptop, karena jauh lebih plug and play dari pada sebelumnya. Beberapa hardware langsung bisa digunakan tanpa perlu tambahan program baru, contoh kecilnya adalah semua hardware di macbook saya bisa berfungsi dengan baik (dengan beberapa seting dan tweak) bahkan Modem Huawei 220 saya bisa langsung otomatis connect ke jaringan tidak perlu compile kernel dan seting wvdial dan sebagainya sepeti pada generasi ubuntu linux sebelumnya. life more simple and easier :)

Sehari-hari saya memang masih dominan menggunakan Mac OS X Leopard sebagai main OS untuk kebutuhan sehari-hari seperti ngerjain aplikasi office kantoran, desain website, atau sekedar untuk kebutuhan multimedia, tetapi cepat atau lambat ubuntu pasti akan bisa mengejar ketertinggalannya dari Sistem Opereasi Proprietary semacam Windows dan Mac OS X.

Memang harus diakui untuk urusan multimedia Linux masih kalah jauh dengan OS komersial. Misalnya dalam penggunaan Hardware VGA/GPU, masih belum maksimal karena ketidakseriusan vendor2 besar semacam ATI dan NVIDIA untuk menggarap pasar linux dengan menyediakan driver2 yang mumpuni dan terbaru.  Paling gampangnya saja, tampilan layar Macbook saya saat memakai Mac dan Ubuntu jauh sekali bedanya, pada ubuntu warnanya tidak bisa cerah dan tajam, jauh sekali kualitasnya saat di boot dengan Mac OS X Leopard, hal yang serupa juga terjadi dengan sistem operasi Windows Vista. Tampilan layar macbook saat digunakan dengan ubuntu masih kalah dengan saat digunakan dengan Windows Vista (Tentu saja tampilan Vista masih kalah dengan Mac OS X Leopard :D  )

Untuk kedepan rencana saya adalah mensetup Apache, PHP, MySQL untuk develop web local, selanjutnya mau mencoba membuat server email berbasis Ubuntu, mungkin menggunakan Zimbra (Yahoo company) atau Postfix. Doakan saja semoga berhasil (dan gak malas)  :)