Mar 07 2009
Tulisan lagi gak ada kerjaan nunggu mau muleh nak ndeso sing langganan banjir
Tahu ideal self gak? kalo dengar pernah belum ? kalo orang sosial pastinya banyak yang tahu deh hi5x… . Ideal self atau juga disebut bayangan diri adalah sebuah subsistem tentang pandangan tentang diri yang diinginkan, jadi ini diri yang anda bayangkan dan inginkan, walaupun pada kenyataanya diri anda tidaklah begitu
. Misalnya pada saat saya memiliki diri ideal sebagai orang yang memiliki popularitas di kalangan teman sejawat, humoris dan pandai bergaul, sementara (pada kenyataannya) konsep diri saya ternyata tertutup, tidak berani tampil di muka umum. Dalam pandangan Rogerian, saya tidaklah harmoni dengan diri saya sendiri. Perbedaan ini, dalam variasinya bisa menjadi sumber ketidakpuasan, kecemasan, rendahnya self-esteem, dan lainnya.
Tapi ini adalah pada dunia nyata, dunia dimana anda berada dan orang lain bisa melihatnya langsung, atau lebih tepatnya orang lain bisa menilai sifat dan karakter anda langsung, lalu bagaimana di dunia maya dunia dimana anda bisa menjadi lebih muda puluhan tahun atau bisa menjadi lebih tua (jika mau he5x…), bisa sangat humoris, rame, periang bahkan bisa berpenampilan seperti selebritis
Dengan gejala semakin banyaknya orang bergabung di situs social networking semacam facebook dan friendster serta tidak terkecuali blog, maka dengan mudahnya anda bisa menuliskan ideal self anda di sana. Menurut Yasraf Amir Piliang, cyberspace adalah salah satu wahana pengembaraan ‘roh’ sebagai salah satu bentuk pengalaman spiritual , dengan asumsi bahwa manusia dapat masuk ke dalam cyberspace tanpa perlu membawa daging/tubuhnya (Kompas, 19 April 2000).
Sedangkan disaat yang sama dalam situs2 social networking ini idak jelas dan tipis batasannya antara yang benar dan yang salah, jujur dan bohong, asli dan tiruan. Isian pada kolom testimonial, about me, activity dan segala macam isian lainnya, dapat bermakna jamak, mengingat kecenderungan manusia untuk cenderung suka dipuji, yang pada akhirnya terkait dengan eksistensi diri sebagai seorang manusia. Padahal bisa jadi –tanpa bermaksud pretensi negatif–, pujian-pujian yang dilontarkan kepada kawan seseorang dimaksudkan sebagai umpan balik untuk memuji dirinya, yang keduanya juga belum tentu benar sesuai dengan realitas aslinya.
Sebenarnya situs social networking (dan forum, blog serta mailing list) justru sangat membantu sekali kehidupan sehari2 kita, tentunya dengan catatan bahwa situs2 semacam ini tidak dijadikan pengganti sosialisasi di dunia nyata dan tidak digunakan sebagai pelarian diri dari ketegangan/jurang antara bayangan diri dan kenyataan diri anda saat ini.
Di dunia maya inilah anda bisa benar-benar mewujudkan ideal self anda. Tetapi apakah ideal sefl anda bisa anda bawa ke dunia nyata? apakah gambaran ideal self anda sudah benar? monggo di jawab sendiri
Note *
- Beberapa materi di ambil/sadur dari tulisannya Pak Adi Nugroho Onggoboyo berjudul Spiritualitas Lewat Jagad Friendster (Makasih kiriman materinya
)
- Mbak Ardiningtiyas