BSD telah Kembali

Setelah sekian lama saya masa bodoh dengan namanya FreeBSD dan PCBSD dan cuek bebek dengan kiriman email dari mailing list id-freebsd dan pcbsd.org. Akhirnya kemarin saya iseng2 baca email dari PCBSD yang ternyata telah meluncurkan Beta 1 PCBSD 7.0, PCBSD 7 ini akan menggunakan kernel FreeBSD 7.0 yang diklaim lebih ringan, cepat dan powerful dari pada jenis linux manapun. Karena penasaran saya akhirnya menuju situsnya pcbsd dan login ke forumnya. Saya sendiri sangat jarang login ke forum ini, karena selain skill bsd saya kurang juga karena bahasanya yang kebanyakan inggris informal yang bikin otak kecil saya bekerja 2 kali lebih keras.

Nah akhirnya saya menemukan thread yang menarik sekali karena cocok banget dengan keisengan baru saya, bikin cartoon dan corat coret. Ternyata eh ternyata berjudi itu haram, Hah…., yang betul forum ini kekurangan yang namanya Artist yang suka desain Mascot dan Graphics Art. Karena saya lagi senang2nya belajar buat cartoon dan utak-atik wordpress, akhirnya saya punya ide untuk membuat theme wordpress yang bertema Beastie, tahukan si beastie? anak kecil lucu berwarna merah dengan 2 tanduk dan ekor yang ujungnya lancip dan kemana2 selalu membawa trisula. Beastie ini adalah mascotnya freebsd yang selalu saja diributkan oleh para pengguna dan maniac freebsd walauoun toh akhirnya para developer selalu bilang Beastie Still Alive titik gak pake koma dan tanda kutip.

Yuk utak atik wordpress yuk!, eh kira2 PCBSD 7.0 ini udah support apple macbook gak ya? sebab versi yang sebelumnya baru mau install udah ngefreeze duluan sebelum selesai install.

Kota Solo aku datang! aku mau belajar

Setelah bingung ikut-nggak-ikut-nggak akhirnya saya memilih ikut juga kunjungan ke lembah hijau di kota solo sekalian jalan2, lagi pula saya gak pernah ke solo. Kata beberapa orang orang KTNA lembah ini merupakan pertanian terpadu. saya sendiri konsep terpadu juga bingung, kayaknya sih semua aspek yang berhubungan dengan pertanian kumpul jadi satu lokasi atau daerah yang berdekatan. Asyik juga konsepnya, tapi apa bisa benar2 bisa dikelola dengan profesional, dan pertanyaanya lagi yang ngelola siapa?

Iseng2 saya cari di google dengan kunci lembah hijau solo, anehnya saya sempat nyasar ke blognya orang lampung karena solo-nya dikira solo dari bahasa inggris. akhirnya dapet juga yang lumayan informatif dari websitenya Menteri Negara Riset dan Teknologi.

Moga2 jalan jalan besok ada manfaatnya buat saya

Susahnya Jadi Petani Desa

Pupuk langka, belinya sulit, harga pupuk naik terus. Masalah klise untuk petani indonesia, trutama petani2 desa. itulah gambaran saya saat ikut urun rembug (diskusi bersama) KTNA kota bojonegoro di desa Balen kemarin

Untuk beli pupuk saja, sekarang ruwetnya minta ampun, harus bawa ktp, nama pembeli harus sudah tercatat dan berapa hektar sawah yang dipunyainya, sehingga seandainya ada petani punya sawah dan tidak terdaftar maka tidak bisa membeli pupuk bersubsidi (bersubsidi tapi tetep mahal). Semua keruwetan ini karena pemerintah memberlakukan sistem distribusi tertutup. sebenarnya tujuan sistem ini sangat bagus, tapi dalam prakteknya malah membuat petani bingung dan kocar-kacir, sehingga gak jarang petani misuh-misuh (berkata kotor) karena merasa dipersulit/dianiaya oleh sistem tertutup ini. Dan bisa anda tebak siapa yang menjadi tumbal pisuhan (perkataan kotor/hinaan) ini, tentu saja orang nomor satu di negeri ini.

Sebenarnya kalo petani mau sedikit pintar (baca : belajar) sistem ini bisa membantu masalah pupuk petani desa, masalahnya petani2 desa selalu overdosis dalam memberi pupuk dan tidak memakai aturan dan saran dari pemerintah, padahal pembelian pupuk dari pemerintah sudah dipaketkan. Yang artinya terdiri dari beberapa jenis pupuk sekaligus dalam pembelian. Petani seharusnya juga bisa mencari pupuk alternative yang jauh lebih murah yaitu pupuk organik dari korotan ternak atau sampah organik. untuk masalah ini sebenarnya sudah ada kelompok2 tani yang menggunakanya, tetapi penggunaanya terbatas pada kelompok tersebut saja dan petani lain tidak mau mengadopsi cara ini.

Terlepas masalah pupuk sebenarnya masih banyak masalah yang dihadapi oleh petani2 di desa-desa. Pemerintah seharusnya lebih mendorong usaha pupuk organik atau memberikan kemudahan dalam sektor industri pupuk sehingga menarik investor asing dan lokal untuk masuk ke sektor ini dan bisa mendongkel dominasi pupuk bersubsidi sehingga nantinya harga pasar akan bersaing dan tentu saja petanilah yang akan diuntungkan dari persaingan harga pasar di sektor pupuk ini.

 

Seperti iklan yang sering nongol di tv  ”where there’s a will there’s a way” kita lihat saja seberapa kuat keinginan pemerintah memperbaiki pertanian indonesia.